Resensi “The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack”

LITERASI JATIMTIMES – The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack merupakan novel sejarah dan drama keluarga karya Novita Sari Yahya yang mengangkat perjalanan manusia di tengah perubahan besar dunia modern. Novel ini menghadirkan kisah panjang tentang identitas, cinta, keluarga, kolonialisme, revolusi industri, hingga dampak perang dunia terhadap kehidupan manusia biasa. Dengan latar waktu sejak akhir abad ke-19 hingga penghujung abad ke-20, karya ini membawa pembaca memasuki masa ketika dunia berubah sangat cepat akibat perkembangan industri, konflik politik, dan lahirnya negara-negara baru.

Novel ini akan dipromosikan secara bertahap melalui sekitar seratus media online sebelum diperkenalkan kepada media nasional dan internasional yang lebih besar. Strategi promosi tersebut dilakukan bukan sekadar untuk membangun popularitas, melainkan sebagai bagian dari proses uji publik agar karya ini dipahami sebagai novel serius yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan kemanusiaan. Karena berlatar sejarah, proses validasi akademik menjadi bagian penting sebelum novel diluncurkan secara luas kepada publik internasional.

Tahap berikutnya adalah diskusi bersama akademisi di Indonesia dan Amerika Serikat guna melihat kekuatan narasi, akurasi sejarah, serta dampak sosial dan budaya yang mungkin muncul dari karya ini. Setelah melalui tahapan tersebut, The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack diarahkan menuju platform yang lebih luas, termasuk peluang adaptasi visual ke industri perfilman internasional seperti Netflix apabila dinilai memiliki kualitas artistik dan daya tarik global.

Tujuan utama karya ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membangun dokumentasi sejarah dalam bentuk sastra yang lebih mudah diterima generasi muda. Melalui novel, lagu, dan kemungkinan adaptasi visual, karya ini diharapkan mampu menyampaikan pesan tentang perjuangan, kemanusiaan, keluarga, serta dinamika sosial-politik kepada audiens yang lebih luas, baik di Indonesia maupun dunia internasional.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Wulandari van der Meer atau Wulan, seorang perempuan berdarah campuran Eropa dan Nusantara. Ayahnya adalah pria Belanda yang memperkenalkannya pada pendidikan modern dan disiplin Eropa, sementara ibunya adalah perempuan pribumi yang mengajarkan nilai keluarga, kelembutan, dan akar budaya Nusantara. Sejak kecil, Wulan hidup di antara dua identitas yang berbeda dan sering kali merasa tidak sepenuhnya diterima oleh dunia Barat maupun Timur.

Latar utama cerita dimulai di San Francisco pada akhir tahun 1800-an, sebuah kota pelabuhan yang berkembang pesat karena perdagangan internasional dan revolusi industri. Kota tersebut menjadi simbol dunia baru yang dipenuhi ambisi, migrasi, dan perubahan sosial. Di tengah suasana itulah Wulan tumbuh sebagai perempuan yang terus mencari arti rumah, keluarga, dan jati dirinya.

Perjalanan hidup Wulan berubah ketika ia bertemu Jack Sullivan, seorang pria Amerika yang tumbuh dalam kerasnya dunia pelabuhan dan budaya koboi Amerika. Jack adalah sosok pekerja keras, penuh keberanian, namun memiliki luka masa lalu yang membentuk karakternya. Pertemuan mereka bukan hanya kisah cinta biasa, melainkan pertemuan dua manusia yang sama-sama mencari tempat di tengah dunia modern yang terus berubah.

Pernikahan Wulan dan Jack menjadi awal perjalanan panjang yang penuh tantangan. Bersama-sama mereka membangun usaha perdagangan dan memasuki dunia bisnis Amerika yang sedang berkembang pesat akibat industrialisasi. Namun di balik kemajuan ekonomi tersebut, muncul ketimpangan sosial, diskriminasi rasial, eksploitasi buruh, serta konflik politik yang mengguncang masyarakat.

Novel ini memperlihatkan bagaimana kehidupan manusia biasa tidak pernah terpisah dari sejarah dunia. Wulan dan Jack hidup di tengah perubahan besar Amerika Serikat ketika negara itu berkembang menjadi kekuatan ekonomi dunia. Gerakan buruh, perjuangan hak pekerja, dan konflik sosial akibat industrialisasi hadir sebagai bagian penting dalam cerita.

Ketika Perang Dunia Pertama pecah, kehidupan mereka mulai dipenuhi ketidakpastian. Dunia yang sebelumnya optimistis terhadap kemajuan teknologi berubah menjadi penuh ketakutan dan kehilangan. Wulan mulai memahami bahwa kemajuan manusia tidak selalu berjalan seiring dengan kemanusiaan itu sendiri.

Namun ujian terbesar datang saat Perang Dunia Kedua dimulai. Ancaman perang menjangkau berbagai wilayah dunia, termasuk Nusantara yang berada di bawah pendudukan Jepang. Dalam bagian inilah novel mencapai emosi yang paling mendalam. Wulan harus menghadapi kenyataan pahit ketika keluarganya di Indonesia berada dalam bahaya. Ia berusaha menyelamatkan orang-orang yang dicintainya di tengah situasi perang yang brutal dan penuh ketidakpastian.

Pendudukan Jepang di Nusantara digambarkan secara emosional namun tetap berpijak pada riset sejarah yang mendalam. Novel ini memperlihatkan penderitaan masyarakat sipil, ketakutan akan kehilangan, serta perubahan sosial akibat perang. Dalam kondisi tersebut, Wulan menyadari bahwa identitasnya sebagai perempuan berdarah campuran memberinya sudut pandang berbeda dalam melihat kolonialisme, kekuasaan, dan perjuangan kemerdekaan.

Di sisi lain, kebangkitan kelompok terdidik Indonesia mulai tumbuh di tengah penderitaan rakyat. Semangat nasionalisme perlahan muncul dan melahirkan harapan tentang masa depan bangsa yang merdeka. Meski telah lama tinggal di luar negeri, Wulan tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tanah kelahiran ibunya dan menyaksikan bagaimana Indonesia bergerak menuju kemerdekaan.

Salah satu kekuatan utama novel ini terletak pada detail sejarahnya. Novita Sari Yahya menghadirkan latar sosial, budaya, dan politik dengan pendekatan yang mendalam. Kota-kota pelabuhan, perkembangan industri, suasana perang, hingga perubahan sosial digambarkan dengan detail hidup sehingga menciptakan pengalaman membaca yang kuat dan emosional.

Selain novel, proyek ini juga didukung oleh lagu berjudul Jejak di Pelabuhan San Francisco yang diciptakan oleh Gede Jerson dengan lirik karya Novita Sari Yahya. Lagu tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana emosional cerita dan memperkuat tema perjalanan, kerinduan, serta pencarian makna hidup.

Ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack diarahkan untuk pembaca internasional, khususnya di Eropa dan Amerika Serikat. Novel ini diharapkan menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan sejarah Indonesia kepada dunia melalui pendekatan sastra yang universal dan emosional.

Profil Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti

Karya-karya Novita Sari Yahya:

1. Romansa Cinta Antologi 23 Cerpen

2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Novita & Kebangsaan

4. Ibu Bangsa, Wajah Bangsa

5. Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa

6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri

7. Makna di Setiap Rasa: Antologi Puisi

8. Siluet Cinta, Pelangi Rindu

9. Self Love: Pelukan untuk Diri Sendiri

10. Self Love: Kisah-Kisah Penerimaan Diri

11. The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack