LITERASI JATIMTIMES – Belajar sambil mendengarkan musik sudah menjadi kebiasaan banyak pelajar di era sekarang. Rasanya kalau belajar tanpa earphone seperti ada yang kurang. Begitu buku dibuka atau laptop dinyalakan, tangan otomatis membuka playlist favorit di layanan aplikasi streaming musik. Tapi sebenarnya, musik itu membuat kita fokus atau malah malah membuat konsentrasi kita saat belajar buyar ya?
Beberapa studi mengungkapkan jika musik memang memiliki cukup pengaruh dalam proses belajar seseorang. Ada yang merasa sangat nyaman belajar sembari mendengarkan musik. Genre musik yang dipilih pun pastinya sesuai dengan selera. Tapia da juga yang memilih untuk tidak menyalakan musik. Karena mereka memilih keheningan untuk menambah konsentrasi saat belajar.
Bagi beberapa orang, musik sangat membantu dalam memperbaiki mood. Dengan suasana hati yang bagus, maka belajar menjadi lebih menyenangkan. Lagu dengan tempo pelan atau musik instrumental bisa membuat pikiran lebih santai. Banyak juga yang memilih lo-fi karena nadanya kalem dan nggak terlalu “ganggu”.
Beberapa teori dalam psikologi menyatakan bahwa musik latar yang tepat (misalnya instrumental atau klasik) dapat memengaruhi suasana hati (arousal-mood hypothesis), yang kemudian berpengaruh pada kemampuan kognitif saat belajar. Namun, efeknya tidak selalu konsisten karena tergantung pada kapasitas memori kerja orang yang belajar.
Dalam satu penelitian dengan mahasiswa, kelompok yang mendengarkan musik klasik selama kuliah memperoleh skor ujian lebih tinggi dibanding kelompok tanpa musik. Itu menunjukkan bahwa musik tertentu bisa membantu asalkan sesuai konteks. Tinjauan literatur menemukan bahwa mendengarkan musik klasik dengan tempo dan frekuensi tertentu bisa meningkatkan konsentrasi belajar mahasiswa karena menciptakan sinergi antara kerja otak kiri dan kanan.
Sementara penelitian terhadap siswa sekolah dasar bahkan menemukan kecenderungan peningkatan konsentrasi setelah mendengarkan musik instrumental, meskipun hasilnya belum signifikan secara statistik.
Ada juga penelitian yang menyimpulkan bahwa musik latar tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsentrasi mahasiswa dalam belajar, terutama jika musik itu tidak tepat atau terlalu mengganggu.
Berdasarkan banyak penelitian, musik tidak otomatis membuat belajar lebih baik atau lebih buruk. Efeknya tergantung pada:
- Jenis musik yang didengarkan
- Jenis tugas atau aktivitas belajar
- Preferensi dan karakter masing-masing pelajar
Jadi, mendengarkan musik saat belajar bisa membantu, tetapi tidak selalu efektif untuk semua orang dan semua tugas — terutama jika musiknya punya lirik atau terlalu rame.
Intinya, musik itu bukan musuh, tapi juga bukan solusi ajaib. Kalau dipakai dengan pas, musik bisa jadi teman belajar yang asyik. Tapi kalau kebablasan, ya siap-siap aja waktu belajar habis cuma buat konser mini di kamar.
Jadi, kamu tim belajar pakai musik atau tim belajar harus hening total?

