Meramu Makna Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Karya Elyanoor Oktaviana, M.Pd
Aku memeram aksara di ladang jiwa,
di pagi yang beku, di ruang yang renta,
tak semua menjelma, namun tetap kupelihara,
agar negeri ini tak lapar makna dan kata.
Aku ukir tanya di lengkung suara,
agar benak mereka tak beku oleh angka,
kupahat sabar pada papan tulis yang luka,
meski nilai baktiku luruh bersama senja.
Aku berjalan tanpa peluit dan upacara,
Karena katanya akulah pahlawan tanpa tanda jasa,
karena di balik diamku, ada bangsa yang dibina,
bukan dengan senjata—tapi dengan aksara.
Bila kelak negeri ini berdiri dengan kepala tegak,
jangan cari namaku di dinding istana,
carilah di buku-buku kumal dan papan yang retak,
di sana aku tinggal—sunyi, namun setia.
Karena aku guru, bukan pelita semata,
hanya penjaga agar nyalanya tetap ada,
dan jika negeri ini terang oleh lentera,
biarlah aku jadi pemantiknya—sirna demi cahaya.
Penulis : Elyanoor Oktaviana, M.Pd, merupakan guru Thursina IIBS Malang

