LITERASI JATIMTIMES – Perubahan lanskap pendidikan pada era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi guru dan pelajar di Indonesia. Di satu sisi, teknologi membuka ruang belajar yang lebih luas, kolaboratif, dan inovatif. Namun di sisi lain, masih banyak karya, gagasan, dan proses belajar siswa maupun guru yang tidak terdokumentasi dengan baik. Hasil tugas, proyek, maupun praktik pembelajaran sering kali berhenti sebagai sekadar penilaian di kelas, tanpa menjadi rekam jejak kompetensi yang dapat berkembang dari waktu ke waktu. Dalam konteks inilah portofolio digital menjadi gagasan penting untuk memperkuat kompetensi sekaligus kreativitas ekosistem pendidikan.
Portofolio digital bukan sekadar tempat menyimpan tugas, melainkan ruang refleksi dan dokumentasi perkembangan belajar secara berkelanjutan. Melalui portofolio digital, guru dan pelajar dapat mengarsipkan proses belajar, karya kreatif, hingga capaian kompetensi dalam satu ruang yang terstruktur. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-portfolio mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran karena mereka dapat melihat perkembangan kemampuan secara nyata dari waktu ke waktu. Selain itu, portofolio digital mendorong siswa untuk lebih reflektif terhadap proses belajar yang mereka jalani, bukan hanya berorientasi pada nilai akhir semata.
Dalam praktiknya, portofolio digital juga dapat menjadi sarana evaluasi pembelajaran yang lebih autentik. Guru tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses berpikir, kreativitas, serta kemampuan kolaborasi siswa. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran berbasis proyek dengan portofolio digital dapat meningkatkan kompetensi pedagogik dan penguasaan materi pada calon guru, karena mereka terdorong untuk mendokumentasikan dan merefleksikan proses belajar secara sistematis.
Di Indonesia, kebutuhan akan ekosistem pembelajaran digital semakin mendesak seiring dengan transformasi pendidikan yang terus berkembang. Program digitalisasi pendidikan yang digagas pemerintah menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital guru dan siswa merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, tantangan seperti keterbatasan pelatihan teknologi, kurangnya pemanfaatan media digital inovatif, serta kesenjangan akses teknologi masih menjadi persoalan yang harus diatasi secara bersama. Dalam situasi tersebut, portofolio digital dapat menjadi solusi praktis sekaligus strategis karena dapat digunakan sebagai media pembelajaran, dokumentasi karya, dan evaluasi kompetensi secara bersamaan.
Lebih jauh lagi, portofolio digital juga memiliki dimensi yang bersifat humanis. Ia memberikan ruang bagi guru dan pelajar untuk menunjukkan identitas, gagasan, serta perjalanan belajar mereka secara personal. Setiap karya yang terdokumentasi tidak hanya menjadi bukti akademik, tetapi juga narasi perkembangan diri. Dalam jangka panjang, portofolio digital dapat menjadi rekam jejak profesional yang berguna bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja, sekaligus menjadi bukti praktik baik bagi guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran.
Dengan demikian, pengembangan portofolio digital seharusnya tidak dipandang sebagai tren teknologi semata, melainkan sebagai bagian dari transformasi budaya belajar. Sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah perlu mendorong ekosistem yang memungkinkan guru dan pelajar memiliki ruang digital untuk menampilkan karya serta proses belajar mereka. Ketika karya pendidikan terdokumentasi secara terbuka dan sistematis, maka pendidikan tidak lagi sekadar proses transfer pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, refleksi, dan rekam jejak kompetensi generasi masa depan.
Referensi
Agustika, G. N. S., Winarso, W., & Sukendra, I. K. (2025). Hybrid project-based learning model based on digital portfolios to improve mathematics pedagogical content knowledge. International Journal of Educational Development, 12(2), 145–158. https://doi.org/10.23887/ijed.v12i2.4923
Lubis, D. P. (2024). Pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar, kecerdasan emosional, dan kewirausahaan digital siswa SMK. Jurnal Teknodik, 28(2), 123–134. https://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalteknodik/article/download/1193/544
Muin, C. F., & Hafidah. (2021). Students’ perceptions on the use of e-portfolio for learning assessment. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 13(1), 497–503. https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i1.485
Oktiningrum, W. (2025). Peran literasi digital dalam pengembangan kompetensi guru sekolah dasar. Jurnal Hikmah Pendidikan, 9(2), 331–341. https://ejournal.aripafi.or.id/index.php/Hikmah/article/download/1092/1010
Wuryandari, W., Habibah, S., & Prasetyo, A. (2025). Strategi penguatan literasi digital guru dalam transformasi pendidikan di Indonesia. Indonesian Journal of Educational Innovation, 4(1), 15–27. https://ejournal.indo-intellectual.id/index.php/imeij/article/download/2993/1886/22642.
Penulis : Zulfikar, merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

