Momentun Iedul Qurban sebagai bukti kecintaan dan pengorbanan kita kepada sang khaliq

LITERASI JATIMTIMES – Momen Idul Qurban bukan sekadar ritual tahunan menyembelih hewan ternak, melainkan sebuah manifestasi spiritual yang mendalam tentang hubungan antara hamba dengan Sang Khaliq.

Makna momentum idul Qurban
1. Refleksi Ketauhidan yang Murni

Iedul Qurban membawa kita kembali pada kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Momen ini membuktikan bahwa cinta tertinggi hanya milik Allah SWT. Ketika perintah qurban datang, ego dan kasih sayang insani yang bersifat duniawi ditundukkan di bawah kepatuhan kepada perintah Ilahi. Ini adalah bukti bahwa kecintaan kita kepada Sang Khaliq harus melampaui segalanya.

2. Pengorbanan sebagai Simbol “Menyembelih” Sifat Hewani

Hewan qurban yang kita sembelih hanyalah simbol. Esensi sebenarnya adalah upaya kita untuk menyembelih sifat-sifat hewani dalam diri, seperti: Ketamakan dan sifat kikir, Keangkuhan atau merasa lebih tinggi dari sesama, Kecintaan yang berlebihan (hubbud dunya) pada harta benda.

3. Ketakwaan: Inti dari Persembahan

Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah tidak melihat darah atau dagingnya, melainkan ketakwaan yang ada di dalam hati. Pengorbanan harta untuk membeli hewan qurban adalah wujud nyata bahwa kita bersedia melepaskan sebagian dari apa yang kita cintai demi meraih ridha-Nya.

4. Dimensi Sosial dan Kemanusiaan

Bukti cinta kepada Tuhan juga diwujudkan melalui cinta kepada sesama. Dengan berbagi daging qurban, kita menghancurkan sekat-sekat sosial dan mempererat ukhuwah. Ini membuktikan bahwa ibadah yang diterima adalah ibadah yang memiliki dampak sosial, membawa kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Iedul Qurban adalah momentum untuk bertanya pada diri sendiri: “Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi Allah, atau kita hanya memberikan sisa-sisa dari waktu dan harta kita?” Semoga setiap tetesan darah hewan qurban menjadi saksi atas ketaatan dan cinta kita yang tulus kepada Sang Pencipta.

Penulis : Mokhamadam Amin Tohari, S.Ag., M.Pd.I, merupakan Guru Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MAN 1 Kota Malang.