Bukan Sekadar Main HP, Siswa MTs NU Pakis Intip Jurnalisme Masa Depan Berbasis AI dan VR di Jatim Times

LITERASIJATIMTIMES – Ruang redaksi Jatim Times mendadak riuh oleh antusiasme puluhan siswa dari MTs NU Pakis pada Jumat (15/5). Bukan sekadar kunjungan biasa, kehadiran para pelajar ini bertujuan untuk membedah badai transformasi informasi dan mengintip bagaimana sebuah produk berita diproduksi di era digital yang bergerak secepat detak jantung.

Bagi para siswa, kunjungan edukatif ini membuka mata mereka bahwa dunia jurnalistik ternyata jauh lebih luas, lebih dinamis, dan jauh lebih menantang daripada sekadar mengetik teks di layar ponsel atau mengunggah konten di media sosial.

Rombongan siswa disambut hangat oleh dua punggawa media Jatim Times, yakni Mas Riski Wijaya, seorang wartawan senior yang sarat pengalaman lapangan, bersama Mbak Nur Laila Ratri. Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif dan penuh tawa khas remaja, kedua narasumber membagikan kisah epik mengenai pergeseran industri media yang terjadi begitu cepat.

Dari Kertas Koran Menuju Ujung Jari

Mas Riski memutar kembali memori kolektif pada rentang tahun 2000 hingga 2010. Pada masa itu, masyarakat masih berada di era konvensional, di mana sirkulasi informasi sangat bergantung padaloper koran yang datang ke rumah-rumah, suara penyiar radio, serta jadwal siaran berita di televisi. Namun saat ini, lanskap tersebut telah runtuh dan digantikan oleh ekosistem digital yang berada di ujung jari.

“Media digital hari ini mendominasi kehidupan kita dengan empat pilar utama: interaktivitas tinggi di mana pembaca bisa langsung protes atau memuji di kolom komentar, sifatnya yang real-time karena kejadian detik ini bisa terbit di detik yang sama, aksesibilitas global yang membuat berita lokal Malang bisa dibaca orang di London, hingga personalisasi konten berbasis algoritma,” jelas Mas Riski di hadapan para siswa yang menyimak dengan serius.

Benteng Integritas Melawan Badai Hoaks

Namun, kemudahan teknologi ini bak pisau bermata dua. Di tengah gempuran algoritma media sosial yang sering kali mendewakan konten viral namun dangkal, Jatim Times menekankan bahwa kecepatan tidak boleh mengorbankan ketelitian. Kecepatan tanpa akurasi adalah bencana bagi dunia pers.

“Tantangan terbesar jurnalis hari ini adalah menjaga integritas. Hoaks sering kali menyelinap dengan sangat rapi di antara informasi yang salah, dibungkus dengan judul yang memancing emosi,” tambah Mas Riski.

Melalui edukasi ini, para siswa diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, melainkan menjadi pembaca yang cerdas, kritis, dan bijak sebelum menekan tombol share.

Mengintip Masa Depan: Jurnalisme AI, AR, dan VR

Sesi yang paling memantik decak kagum sekaligus menjadi wow-factor dalam kunjungan ini adalah saat redaksi Jatim Times membocorkan peta jalan masa depan pers digital. Para siswa diajak berimajinasi sekaligus melihat kesiapan industri media dalam mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR).

“Bayangkan, beberapa tahun ke depan, kalian tidak lagi sekadar membaca teks berita tentang erupsi gunung atau pertandingan sepak bola. Dengan menyematkan perangkat VR, kalian bisa ‘masuk’, berdiri di lokasi kejadian, dan merasakan atmosfernya secara virtual,” papar tim redaksi yang langsung disambut riuh tepuk tangan para siswa.

Inovasi-inovasi visioner inilah yang menyadarkan generasi muda MTs NU Pakis bahwa jurnalisme tidak akan pernah mati. Ia akan terus hidup, bermutasi, dan menyajikan cerita dengan cara-cara yang jauh lebih seru serta tak terbayangkan sebelumnya.

Kunjungan yang berlangsung hingga siang hari ini meninggalkan kesan mendalam. Pulang dari kantor Jatim Times, para siswa membawa modal berharga: pemahaman bahwa menjadi bagian dari generasi digital sejati bukan berarti sekadar pandai membuat konten estetis, melainkan tentang bagaimana memilah informasi yang akurat,beretika, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Penulis : Aini Nur Rohmah  dan Anindya Vania Abdillah, merupakan siswa MTS NU Pakis.