LITERASI JATIMTIMES – Sebanyak 17 siswi kelas 8B dari MTs NU Pakis, mengunjungi kantor Jatim Times di jalan Ahmad Yani nomor 10 Kota malang (21/5/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengikuti pelatihan jurnalistik secara intensif yang bertemakan “Ekosistem Media Pers Digital”.
Guna memahami lebih dalam mengenai dunia jurnalistik ini, sejumlah siswa berkesempatan mengunjungi langsung dapur redaksi media massa tersebut. Acara kali ini dipandu oleh Kak Nia yang menghidupkan suasana sejak menit pertama hingga menit terakhirsehingga acara berlangsung sangat seru dan interaktif.
Pelatihan kali ini menghadirkan dua narasumber yang luar biasa di bidangnya yaitu Kak Rizki Wijaya, seorangjurnalis yang berpengalaman, dan Kak Igoy yang merupakan produser media. Melalui paparan materi daripara mentor tersebut, para peserta diajak untuk memahami dan mendalami tentang jenis media masa.
Para peserta diajak untuk memahami bahwa media massa saat ini tidak hanya sebatas koran atau televisi, melainkan telah bermigrasi ke berbagai platform digital yang dinamis. Dalam sesi tersebut, Kak Rizky Wijaya membagikan pengalamannya tentang bagaimana cara jurnalis berburu berita yang valid di era digital ini. Kak Nia juga menekankan pentingnya rasa percaya diri sebagai seorang jurnalis. “Kita sebagai seorang jurnalis tidak boleh malu malu jika akan bertanya, karena kita akan bertanya kepada banyak orang, seperti menteri,“ujarnya.
Sementara itu, Kak Igoy menjelaskan perannya yang sebagai produser dan menjelaskan alat-alat apa sajayang digunakan saat ia mengedit berita. Ia mengemas konten agar tetap menarik namun edukatif saat tayang di ruang siber. Kami ditunjukkan beberapa alat yangdigunakannya seperti kamera microphone dan stabilizer.
Salah satu materi yang paling menarik dari Ibu Syafaatul Maulida pada mata pelajaran informatika blok 4 ini adalah pemaparan mengenai alur kerja redaksi. Siswi belajar tidak hanya duduk mendengarkan tapi juga mendatangi tempat produksi berita yang muncul di smartphone saat ini.
Pelatihan hari ini berjalan dengan sangat interaktif dan lancar. Para peserta tidak hanya duduk mendengarkan,tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi langsung dengan para pemateri.
Mereka berharap agar kita menjadi konsumen yang bijak dalam berkomentar. Saat ada berita yang sudah terpublish, namun berita itu tidak valid, sebagaikonsumen kita diminta untuk tidak mematokkan pada satu berita saja sebagai sumber utama tetapi mencari pada berita yang lain.
Ia menyatakan bahwa menjadi jurnalis bukanlah hal yang mudah karena kita harus memastikan kondisi pada lapangan agar para konsumen yakin bahwa berita tersebut nyata adanya. “Jika ada banjir, saya juga masuk ke dalam air banjir tersebut,“ ujarnya dengan tertawa.
Suasana pelatihan semakin meriah ketika memasuki sesi tanya jawab. Banyak peserta memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi mengenai tantangan menjaga integritas berita di tengah gempuran hoax yang beredar di media sosial dengan sangat cepat, yang langsung dijawab dengan antusias oleh Kak Rizki.
Latihan yang ditutup dengan sesi foto bersama ini memberikan pandangan baru untuk para siswi bahwa dunia digital harus dimanfaatkan dengan cara yang positif. Dengan memahami ekosistem media pers digital sejak dini, generasi muda tidak hanya siap menghadapi perkembangan teknologi informasi tetapi juga terinspirasi untuk menjadi pembuat konten digital yang cerdas, bertanggung jawab, dan mengutamakan fakta.
Penulis: Nur Affiqa May Salsabila dan Vanya Alfinindita, merupakan siswa MTS NU Pakis.

