EPITALOSA ENGGAN BERCENGKRAMA

Epitalosa pekat menggema aksa

komoditas simpuh; anak tak kenal wangsa-

tahir, melankolis, nan nirmala rasa

biasa melucuti cernozem hingga basa

adalah gerbong harapan yang masih melaju

 

enigma benak manusia merajuk

bersenandung dalam jejak, menusuk-

menepuk pundak laut, memukul rusuk

bak titih kesah kusut merasuk

 

Panorama irama bersama perairan

mengguyur legam insan

purna menyapa daksa, enggan-

memeluk pinggir raut dermaga

mengintai purnama

menyapa rindu

mengetuk-

baris kata= anak sekarang

dan sebuah pelayaran hidup.

 

2024

 

Penulis : Giovanni Aydin Aulian, merupakan siswa SMP Progresif Bumi Shalawat