Surga Berkaki Sepuluh

LITERASI JATIMTIMES – Ada surga membidik pagi dengan didikan paling menawan

Tanpa canggung, menakar peruntungan satu persatu kawan

Tak perlu memori penyimpanan, sebab di surga tersimpan

Nama-nama lengkap dengan panggilan—keutuhan

 

Apabila siang datang

Kujumpai surga menaruh lirih, sebab keram di punggung belakang

Bel bunyi, kadang masih ingin bersandaran

Sambil mengamati kawan-kawan berlarian

 

Surga tak pernah menanyakan pahala

Apalagi berbisik perihal sanksi berkutat aturan belaka

Ia hanya pasrah tatkala timbul logika

“Apakah surga dibeli hanya ganjar semata?”

 

Seragam khaki dengan kaki jenjang tak pernah menghentakkan kesal

Aku tahu bagaimana surga menjadi ahli bahasa dengam seribu kata cinta yang bebal

Pernah kujawab ngasal, lantas

Setelahnya ia membungkuskanku soal-soal agar tak tertinggal

 

Kaki-kaki surga kuhitung dan tidak disentuh sembarang

Katanya keramat seperti kalimat yang ditancap lekat-lekat

Lamat-lamat kulihat lebih dekat, ternyata tepat

Empat kaki menyusun masa depan

Empat kaki menyimpan kenang

Dan dua kaki menopang dirinya

: agar tak berantakan

 

“Probolinggo, 29 Maret 2026”.

Penulis : Shofiyah, S.Pd., Gr. merupakan seorang guru di SMP Negeri 2 Pakuniran.

Post navigation